Emosional seseorang


 
Selama ini banyak orang menganggap bahwa jika seseorang memiliki tingkat kecerdasan intelektual (IQ) yang tinggi, maka orang tersebut memiliki peluang untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di banding orang lain. Pada kenyataannya, ada banyak kasus di mana seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan intelektual yang tinggi tersisih dari orang lain yang tingkat kecerdasan intelektualnya lebih rendah. Ternyata IQ (Intelligence Quotient) yang tinggi tidak menjamin seseorang akan meraih kesuksesan

Kecerdasan Emosional (EQ) tumbuh seiring pertumbuhan seseorang sejak lahir hingga meninggal dunia. Pertumbuhan EQ dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, dan contoh-contoh yang didapat seseorang sejak lahir dari orang tuanya. Kecerdasan Emosi menyangkut banyak aspek penting, yang agaknya semakin sulit didapatkan pada manusia modern, yaitu: 
• empati (memahami orang lain secara mendalam) 
• mengungkapkan dan memahami perasaan 
• mengendalikan amarah 
• kemandirian 
• kemampuan menyesuaikan diri 
• disukai 
• kemampuan memecahkan masalah antar pribadi ketekunan 
• kesetiakawanan 
• keramahan 
• sikap hormat

Orang tua adalah seseorang yang pertama kali harus mengajarkan kecerdasan emosi kepada anaknya dengan memberikan teladan dan contoh yang baik. Agar anak memiliki kecerdasan emosi yang tinggi, orang tua harus mengajar anaknya untuk :
• membina hubungan persahabatan yang hangat dan harmonis
• bekerja dalam kelompok secara harmonis
• berbicara dan mendengarkan secara efektif
• mencapai prestasi yang lebih tinggi sesuai aturan yang ada (sportif)
• mengatasi masalah dengan teman yang nakal
• berempati pada sesama
• memecahkan masalah
• mengatasi konflik
• membangkitkan rasa humor
• memotivasi diri bila menghadapi saat-saat yang sulit
• menghadapi situasi yang sulit dengan percaya diri
• menjalin keakraban

CONTOH :

Kasus kecerdasan emosi yaitu, ada seorang wanita yang sedang mengalami emosi besar karena dicemooh oleh temannya sendiri, tapi dia tidak bisa mengungkapkaan kekesalannya terhadap temannya itu. Sedangkan dia sakit hati mendengar cemoohannya, tapi dia pendam sampai menimbulkan dendam. Emosi yang dia pendam mengakibatkan kerugian bagi dirinya sendiri dan temannya.
Contoh yang seperti itu adalah tingkat kecerdasan emosi yang sangat rendah. Seharusnya bicarakanlah secara baik-baik agar semua masalah nya selesai dan tidak menimbulkan kerugian baik untuk diiri kita sendiri maupun orang lain.
Dan contoh yang lainnya, terkadang jika kita sedang marah biasanya ingin melempar suatu barang misalnya buku, tetapi jika orang yang memiliki kecerdasan dalam emosi biasa nya selalu berfikir dahulu, untuk apa kita melepar barang, dampak nya kedepan akan seperti apa, dan apa manfaatnya, sehingga orang yang memiliki kecerdasan emosi bisa mengendalikan emosi nya.

contoh lainnyaa adalah kita sebagai masyarkat terkadang suka menilai seseorang sebelah mata , kadang juga kita sebagai sesama makluk sosial saling mejust orang  buruk hanya dengan melihat apa yang bisa dilihat seperti ketika kita mengomentari atau berpendaapat mengenai artis A di sosial media itu sunggu perlakukan buruk 



oke skian dari saya 
terimakasih guys ... :-v
  



Komentar